LOADING

Type to search

Wisata

Situs Candi Simbatan

administrasi April 13, 2018
Share

BeritaMagetan – Situs Purbakala Candi Simbatan terletak di Desa Simbatan kecamatan Nguntoronadi kabupaten Magetan, dengan jarak kurang lebih 17 Km ke arah timur dari kota Magetan. Situs ini merupakan icon dan kebanggaan warga sekitar, bahkan masih sering digunakan untuk mengadakan acara adat-istiadat atau tempat ritual adat oleh penduduk sekitar.

Dengan terpeliharanya adat istiadat oleh masyarakat sekitar situs peninggalan purbakala candi ini menjadi terpelihara dari tangan tangan jahil yang bisa merusak peninggalan purbakala ini.

Peninggalan Kerajaan Mataram Hindu

Candi-Simbatan-magetan

Berdasarkan inskripsi yang terdapat pada atap miniatur rumah, tertulis angka tahun 905 Saka (983 Masehi) dan 917 Saka(995 Masehi). Diperkirakan situs ini merupakan jejak peninggalan Kerajaan Mataram Hindu atau Mataram kuno.

Sedangkan dari sisi arkeologis, bukti eksistensi sejarah di sekitar situs candi banyak didukung temuan lain berupa artefak. Antara lain, miniatur lumbung 7 buah, fragmen arca 7 buah, palung batu 1 buah, fragmen yoni 1 buah, sumur kuno 1 buah, fragmen kemuncak 1 buah dan lumbung baru 4 buah.

Berdasarkan inskripsi yang terdapat pada atap miniatur lumbung,berupa angka tahun 906 Saka (984 Masehi) dan 917 Saka (995 Masehi). Sementara itu, pahatan sangkha (siput) bersayap pada atap miniatur lumbung merupakan tanda resmi pemerintahan Sindok pada abad 10.

Arca Dewi Sri

arca-dewi-sri

Arca Dewi Sri di Candi Simbatan

Pada situs candi ini pula terdapat pertirtaan ( pemandian ) arca Dewi Sri yang konon mengeluarkan sumber air yang bersih, air bersih ini oleh sebagian besar warga luar magetan di percayai dapat menyembuhkan berbagai penyakit, sehingga banyak warga luar kota magetan yang mengambilnya. 

Sedangkan pada bangunan utama Candi Simbatan terdapat arca tokoh perempuan yang oleh warga sekitar di percayai sebagai sosok Dewi Sri.

Menurut mitologi sebagian Pulau Jawa dan Bali, Dewi Shri atau Dewi Sri dikenal sebagai Dewi bercocok tanam, terutama padi dan sawah, la merupakan representasi dari dunia bawah tanah dan juga bulan, la mengontrol bahan makanan di bumi dan kematian. Oleh karena ia merupakan simbol bagi padi, ia juga dipandang sebagai Ibu kehidupan.

Ritual Bersih Desa

Ritual membersihkan Desa ini dilakukan dengan membersihkan candi tersebut dengan menguras air di sekeliling candi yang dipenuhi air hingga menenggelamkan Arca Dewi Sri. Ritual dilakukan rutin sejak nenek moyang zaman Kerajaan Majapahit. Ini dipercaya warga sebagai tolak balak datangya bencana.

Ritual dilakukan setiap hari Jumat pahing di bulan syuro. Puncaknya ada penarikan ikan dengan lagu wajib kembang jeruk yang dinyanyikan oleh 2 sinden yag telah disiapkan.

Sebelum acara tarian, terlebih dulu ada sesaji dengan memotong satu ekor kambing. Dengan menanam kepala kambing di sekitar lokasi candi beserta sesaji lain. Terdiri dari candu, minuman limun merah dan putih, bedak, sisir, minyak srimpi dan kaca yang melambangkan berbagai keperluan kebutuhan yang harus dipenuhi untuk kesejahteraan yang dibawa lambangnya oleh Dewi Sri.

Tags:
Next Article

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Next Up